Manding sejak dulu merupakan sentra kerajinan kulit di Jogjakarta. Tempat ini disetarakan dengan Cibaduyut Bandung. Di desa wisata ini berbagai macam jenis kerajinan kulit dihasilkan, mulai dari sepatu, tas, topi, sabuk dan lain-lain. selain untuk di jual sendiri, hasil kerajinan Manding juga dijual ke berbagai daerah bahkan sampai di ekspor ke mancanegara. Manding sendiri terletak di Jalan Parangtritis, Bantul. Di sepanjang jalan Manding akan ditemui showroom yang menjual berbagai aneka produk kulit. Menariknya, wisatawan tidak hanya membeli produk yang ada, tetapi juga bisa membeli sesuai dengan keinginan mereka. Desa Wisata Kulit Manding bisa menjadi tujuan Anda berikutnya.
Kasongan adalah sebuah desa di Padukuhan Kajen yang terletak di pegunungan rendah bertanah gamping, berjarak 15-20 menit berkendara dari pusat kota. Desa Kasongan merupakan wilayah pemukiman para kundi, yaitu orang-orang yang membuat sejenis buyung, gendi, kuali dan lainnya dari tanah liat, dimanfaatkan sebagai barang dapur maupun barang hias. Berawal dari keseharian nenek moyang yang mengempal-ngempal tanah, ternyata tidak pecah bila disatukan, lalu mulai membentuknya menjadi berbagai fungsi, antara lain untuk mainan anak-anak atau barang keperluan dapur. Kebiasaan tersebut diturunkan hingga generasi sekarang. Seiring perkembangan zaman Kasongan kini menawarkan kerajinan keramik dengan berbagai bentuk motif modern dan artistik, juga menawarkan berbagai kerajinan lainnya. Kasongan memang sebuah tempat wisata penuh cerita serta barang indah.
Masjid Gedhe berada di sebelah Barat Alun alun utara, dan merupakan Masjid Kasultanan Jogjakarta yang dibangun oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, pada tahun 1773. Masjid berarsitektur Jawa ini, memiliki 33 tiang penyangga yang dihiasi ornamen yang sangat indah. Sampai sekarang, Masjid Gedhe masih dipergunakan untuk upacara-upacara adat Kraton Jogjakarta seperti peringatan Isra’ Mi’raj, Maulud Nabi Muhammad SAW, maupun upacara Sekaten dan Grebeg, selain sebagai tempat ibadah bagi masyarakat umum.
