Makanan khas daerah Kulon Progo, Jogjakarta yang nyaris mirip nasi. Bahan utamanya adalah umbi ketela pohon. Pembuatan growol di awali dengan mengupas ketela pohon, kemudian ketela direndam selama tiga hari tiga malam berturut-turut. Kemudian ketela dicuci dan digiling, untuk kemudian dikukus dan dikemas dalam plastik atau keranjang bambu. Dengan rasa yang hambar masyarakat sekitar percaya growol yang dikonsumsi dapat menjaga kesehatan, sekaligus dapat mengobati mereka yang menderita diabetes melitus, atau penyakit gula. Untuk mengurangi rasa hambar dapat juga menyantap growol dengan ketak atau pento yang terbuat dari kelapa.
Geblek Jogja adalah salah satu jenis makanan khas Kulon Progo, Jogjakarta yang dibuat dari bahan baku berupa tepung kanji atau tepung tapioka, hanya saja tepung tapioka yang digunakan adalah tepung tapioka basah. Tapioka basah biasanya dikirim ke pembuat geblek dalam adonan yang sudah basah yang bisa dipotong-potong dan disesuaikan ukurannya.
Alun-Alun Kidul merupakan wilayah di belakang kompleks bangunan Kraton Jogjakarta yang bisa dijangkau dengan berjalan ke arah selatan dari Sentra Makanan Khas Gudeg Wijilan. Disimbolkan dengan gajah yang memiliki watak tenang, Alun-Alun Kidul merupakan penyeimbang Alun-Alun Utara yang memiliki watak ribut. Karenanya, Alun-Alun Kidul dianggap tempat palereman (istirahat) para Dewa. Dan jelas kini sudah menjadi tempat ngleremke ati (menenangkan hati) bagi banyak orang.
